ASEMBAGUS THE SECOND CITY

0
802

Asembagus adalah sebuah kecamatan besar, yang ketika masa kolonialisme asembagus juga menjadi kawedanan. Yupz, kawedanan adalah semacah wilayah administratif di bawah kabupaten, tetapi di atas kecamatan. Biasanya kawedanan terdiri dari minimal tiga kecamatan dan dikepalai oleh seorang wedana. Asembagus berada di jalur lalu lintas nasional yang menuju ke pulau Bali. Jadi tidak perlu repot untuk berkunjung ke Asembagus. Cukup naik bis jurusan Bali yang via jalur utara. Banyak hal yang menarik yang bisa kita dapatkan di Asembagus. Selain iklamnya yang puanaaas…. kita juga bisa menikmati berbagai hal yang bisa dikatakan “wah” di Asembagus. Kalau saya list ada beberapa point yang bisa kita catat 1. Nase’ Sodu Ayayayaya…. bukan berkunjung ke Asembagus kalau tidak merasakan nikmatnya nase’ Sodu. Sajian khas masyarakat Asembagus dan sekitarnya ini berawal dari tradisi masyarakat Madura yang mendiami kawasan ini. Sebagaimana kita tahu masyarakat Madura terkenal mengkonsumsi jagung sebagai makanan pokoknya. Nah, nase’ sodu ini sendiri terdiri dari jagung, waluh dicampur kacang panjang yang dimasak jadi gulai santan dan ikan tongkol yang dimasak merah…. nah yang unik, makannya itu pakai sodu, yaitu sendok dari daun pisang. Biasanya nase’ sodu marak di jual di pagi hari, sebagai sarapan warga asembagus. Tetapi ada kalanya nase’ sodu juga disajikan di acara-cara tertentu misalnya syukuran atau arisan. Pastinya nase’ sodu memberikan sensasi tersendiri bagi siapapun yang memakannya. 2. Carok…. Nah ini yang saya suka. Sudah sejak zaman dahulu kala. Menurut cerita dari para sesepuh di Prajekan, dulu hampir setiap malam ada rombongan orang-orang yang membawa tandu berisi orang-orang yang terluka karena Carok. Biasanya mereka ke Bondowoso karena Rumah Sakit di Situbondo kala itu hanya ada RS. Elizabeth yang diperuntukkan untuk keluarga besar karyawan PG. Jadi mau tidak mau ya, harus di bawa ke rumah sakit umum yang terdekat yaitu di Bondowoso. Rute yang dilalui adalah Asembagus- Arjasa – Curah Tatal – Bercak – Cermee – Prajekan – Klabang – Tapen – Wonosari – Tenggarang dan berakhir di Rumah sakit Bondowoso. Jarak yang ditempuh sekitar 40 – 40 km. Hebat kan, mereka rela berjalan kaki sejauh itu hanya untuk mengobati orang-orang yang kalah Carok. Oh iya, carok itu adalah Duel maut satu lawan satu untuk mempertaruhkan kehormatan. Sebagaimana kita tahu kalau orang madura itu adalah orang yang tempramen. Yah… intinya senggol bacok gitu deh. ( Carok , akan menempati pembahasan khusus pada catatan berikutnya). Orang-orang Asembagus itu dikenal sebagai orang yang pemberani dan jagoan. Senggol bacok , lirik antem ! so be carefull ya.. hehehe… Piss tan tretan! 3. Pelabuhan Jangkar Yaw! Inilah pelabuhan yang eksotik. Airnya yang biru dan tenang, tapi kalau dilayari cukup membuat orang merinding. Pelabuhan yang melayani jalur penyebrangan Asembagus – Sumenep ini terkenal ramai tidak hanya sebagai tempat berlabuh kapal-kapal penumpang tapi juga terkenal akan ikan bakarnya. Pemandangannya… lumayan indah. Kadang Jangkar dijadikan tempat latihan perang TNI AL.. tapi its oke. Aman aman saja untuk dikunjungi. 4. Pabrik Gula Asembagus a.k.a PG. Assembagoes Sebagai wilayah dengan curah hujan paling sedikit nomer 2 se – Indonesia, Asembagus sangatlah cocok dijadikan lahan untuk tanaman tebu. Jadi jangan heran kalau pabrik gula terbesar se kabupaten Situbondo adalah pabrik gula di Asembagus. Pabrik ini dibangun pada masa penjajahan Belanda pada tahun 1891 di desa Trigonco dan dinasionalisasikan pada tahun 1957. Pabrik ini adalah salah satu pabrik gula yang bisa dikatakan terbesar di Jawa Timur, kalau tidak salah di bawah posisi pabrik gula Jatiroto – Lumajang dan PG Kebon Agung – Malang. Hampir setiap tahun ada rombongan bule Belanda yang nostalgia naik Lori keliling wilayah PG. Yaaa… di kawasan Tapal Kuda memang masih banyak terdapat Lori. 5. Pantai Banongan Yes… inila gudangnya kelapa muda. Pantainya keren banget, tapi sayang untuk ke Banongan cukup sulit karena termasuk area Latihan TNI AL. Jadi sepertinya harus pintar-pintar menyelinap. Kalau penasaran mau ke sini, bisa tuh ngikut orang-orang yang biasanya mancing di malam hari. Atau ikut truk pengangkut kelapa hehehehe…. Sekalipun orang-orang Asembagus terkenal tukang berantem, tapi saya acungi jempol karena sekalipun mereka begitu, orang-orang Asembagus itu CERDAS-CERDAS. Hampir semua anak Asembagus yang bersekolah di SMA saya adalah juara. Saluuut deh! Apa lagi ya yang menarik di Assembagoes???? Kalau ada info tolong ditambahkan ya teman-teman …..

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY